Bab 1 : Pengertian Kalam dan Pembagian Kalam (Lengkap) - Nahwu
Home KALAM IRAB FIIL FAIL DONASI

Bab 1 : Pengertian Kalam dan Pembagian Kalam (Lengkap)

Bab 1 : Pengertian Kalam dan Pembagian Kalam - Sebelum membaca dan memahami Pengertian Kalam dan pembagiannya, ada baiknya jika sobat Kang Nahwu berwhdhu. Jika sudah silakan baca doa Futuhal Arifin.
Bismillah, mari kita ke pembahasan.

https://www.kangnahwu.com/2017/01/bab-1-pengertian-kalam-dan-pembagian-kalam-lengkap.html


1. Pengertian Kalam

Kalam adalah : Suatu lafadz yang tersusun yang memiliki faidah serta di sengaja dalam pengucapannya.

Keteranagn :
Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa Kalam memiliki beberapa syarat yaitu:


- Lafadz   (لَفَظْ)

Lafadz adalah suara yang mengandung salah satu huruf Hijdaiyyah. Contoh : عمر (Mengandung Huruf Hijdaiyyah  (  ر ، م، ع )
Jadi syarat pertama sesuatu itu bisa di katakan kalam apabila berupa huruf Hijdaiyyah. Ketika kita berbicara menggunakan bahasa Indonesia, Inggris atau yang lainnya itu bukanlah di sebut Kalam karena Kalam hanya berlaku dalam bahasa Arab.

- Murakab/Tersusun (مُرَكَبْ)

Yang di maksud murokab disini adalah kalimat yang terdiri dari 2 kata atau lebih.
Suatu kalimat bisa di katakan kalam apabila memiliki susunan yang jelas dan tertuju,  jika ada pekerjaan pasti ada yang mengerjakan, jika ada yang di pukul pasti ada juga pelaku yang memukul.
Contoh :
Pada suatu hari tiba-tiba anda berkata kepada teman sebangku:
 “tidak hadir”
 Nah,  pasti teman kamu akan bertanya-tanya, siapa yang tidak hadir? Padahal ketika kita berbicara mengenai  pekerjaan, maka kita harus mnyertakan pelaku pekerjaan.

Rumus Murokab Dasar
Subjek + kata kerja + Objek (Opsional). Contoh :اَنَا اَذْهَبُ فِى المَدْ رَسَةِ
Kata kerja + Subjek + Objek (Opsional). Contoh :   اَكَلَ حَسَنٌ رَغِفاً

Rumus di atas adalah rumus paling dasar, untuk selebihnya akan kita bahas di bab-bab berikutnya.

- Mufiid (Memberi faidah/pemahaman(مُفِيْدْ)

Syarat ketiga sutau kalimat bisa di katakan kalam apabila  bisa memberikan faidah/kefahaman terhadap orang yang di  jak bicara.
Untuk  kriterianya kita bisa mengambil kesimpulan dari presentase orang yang kita ajak bicara tidak bertanya lagi dengan apa yang kita sempaikan kepadanya.

Contoh:
يَذْهَبُ اَمِرٌ فِى المَدْرَسَةِ (Amir sedang pergi  ke madrasah) = Mufiid Karena sudah jelas
يَذْهَبُ اَمِرٌ  (Amir sedang pergi) = Tidak Mufiid karena masih menimbulkan pertanyaan.

- Wadh’i  (Di sengaja)(الوضع)

Dan syarat terakhir suatu kalimat bisa di katakan kalam adalah disengaja dalam pengucapannya.
Maksudnya di sengaja adalah orang yang berbicara dalam keadaan sadar dan ber akal.

Seseorang yang mabuk, ayan, mengigau atau gila apabila mengucapkan sebuah kalimat yang lafadz, murokab dan mufiid tidak bisa di katakan kalam,  karena mereka berbicara dalam keadaan pikiran bawah sadar.

Kesimpulan :
1. Kalam adalah suatu lafadz yang sengaja di ucapkan yang memiliki susunan yang sistematis  dan dapat menimbulkan orang yang di ajak bicara faham.
2. Kalam memiliki beberapa syarat di antaranya : Lafadz, Murakab, Mufiid, Wadh’i.
3. Apabila suatu kalimat tidak memenuhi salah satu syarat di atas, maka kalimat tersebut tidak di sebut dengan kalam.

2. Pembagian Kalam

Adapun kalam terbagi menjadi 3 :
a. Kalimah Isim(كلمة اسم)
b. Kalimah Fiil(كلمة فعل)
c. Kalimah Huruf(كلمة حرف)

a. Kalimah Isim

Pengertian Kalimah Islim
Kalimah Isim adalaha Kalimah yang mempunyai arti dengan sendirinya dengan tidak di sertai dengan Zaman (kala waktu).

Penjelasan Kalimah isim
Jadi  suatu lafadz bisa di katakan kalimah isim apabila memiliki arti sendiri dan tidak mengandung zaman/Kala waktu.
Adapun tanda-tanda kalimah isim  yaitu :

1. Tanwin
Ketika ada lafadz apapun yang berharokat tanwin, maka lafadz tersebut dinamakan Kalimah isim.
Contoh :
زَيْدٌ (Zaid), عَمْرٌى(Umar), رَؤْسٌ(Kepala)

2. Kemasukan Alif dan Lam
Tanda-tanda kedua lafadz bisa di katakan kalimah Isim apabila Kemasukan/ketambahan alif dan lam.
Perlu anda ketahui bahwasanya alif dan lam tidak akan pernah bertemu dengan tanwin, Jika  ada lafadz yang bertanwin kita tidak boleh menambahkan alif dan lam, begitu juga dengan sebaliknya.
Contoh :
اَلْمَدْرَسَةُ(Madrasah), tidak boleh اَلْمَدْرَسَةٌ
الزيدُ(Zaid), Tidak boleh الزيدٌ

3. Kemasukan Huruf Jer/Khafdz  (حروف جير)
Adapun Hur Jer/Khafdz yaitu :
 مِنْ، اِلَى، عَنْ، عَلَى، فِىْ، رُبَّ، البَاءْ، الكَافْ، اَلَّامُ، وَحُرُوْفُ القَسَمِ وَهِيَ الوَاوُ، وَالبَاءُ، والتَاءُ.
Kesimpulannya, Syarat terakhir kalimah itu bisa di katan isim apabila kemasukkan salah satu huruf jer/Khafdz yan telah saya sebutkan di atas.
Contoh :
 مِنَ الْمَدْرَسَةِ(Dari Madrasah)
 فِى اْلبَيْتِي(Di dalam Rumahku)

b. Kalimah Fiil

Pengertian Kalimah Fiil
Kalimah Fiil adalah kalimah yang mempunyai arti dengan sendirinya dengan di sertai zaman/kala waktu.

Penjelasan kalimah Fiil
Suatu lafadz bisa dikatakan sebagai kalimah fiil apabila memenuhi syarat di bawah ini:
1. Memiliki arti yang mengandung zaman/kalawaktu
Zaman disini terbagi menjadi tiga:

- Madhi(ماض)
Zaman yang sudah lamapau/terlewat

-Istiqbal(استقبال)
Zamaan yang akan di kerjakan

-Hal(حال)
Zaman yang sedang di kerjakan

2. Kemasukkan salah satu alamat kalimah Fiil yaitu :

- قَدْ(Qod)
Contoh :قَدْ قَامَ بَكْرٌو
-سين (Sin)
Contoh : سَيَضْرٍبُ عَمْرٌ زَيْداً
-سَوْفَ (Saufa)
Contoh : سوف يقول محمد زوجته
- تَاءْ تَاءْنِيْثْ السَكِيْنَةْ (Tak taknist Yang di baca mati)
Contoh : جَاءَتْ هِنْد

c. Kalimah Huruf

Pengertian Kalimah Huruf
Kalimah Huruf adalah kalimah yang tidak pantas kemasukan tanda-tanda kalimah Fiil dan kalimah Isim.

Penjelasan Kalimah Fiil
Apa bila suatu lafadz tidak bisa/tidak pantas kemasukkan kalimah isim/fiil maka lafadz tersebut dinamakan kalimah huruf.

Ciri-ciri Kalimah Huruf :
1. Tidak memiliki arti zaman/kala waktu
2. Tidak memiliki arti/maksud jika tidak di sandarkan kepada lafadz lain
Contoh :
من (dari) adalah kalimat yang tidak memiliki arti apa bila tidak di sandingkan dengan Lafadz lain.

Sebelum memasuki bab berikutnya, silakan uji kefahaman anda dengan tugas  sederhana di bawah ini, jika mesih belum bisa, harap tidak melanjutkan ke bab berikutnya.

Tugas I

Siapkan kertas satu lembar dan pena. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar, dilarang keras mengintip naskah  materi yang telah anda pelajari tadi.
1. Apakah yang di namakan kalam?
2. Sebutkan syarat-syarat kalam?
3. Sebutkan macam-macam Kalimah!
4. Apakah yang dimaksud dengan kalimah Isim?
5. Apakah yang di maksud dengan kalimah Huruf?
Setelah selesai, mintalah koreksi kepada orang tua atau teman anda untuk menilai jawabannya.
Jika jawaban yang benar  lebih banyak, silakan lanjut ke bab berikutnya dengan catatan harus memahami materi dan mebenarkan jawaban-jawaban yang salah.

Tugas II

Jika memang anda benar-benar serius ingin mempelajari bahasa Arab, silakan hafalkan apa yang saya tulis di bawah ini.
Tanda-tanda kalimah Isim
1. Tanwin
2. Al (Alif dan lam)
3. Huruf Jer/Khafdz = : مِنْ، اِلَى، عَنْ، عَلَى، فِىْ، رُبَّ، البَاءْ، الكَافْ، اَلَّامُ، وَحُرُوْفُ القَسَمِ وَهِيَ الوَاوُ، وَالبَاءُ، والتَاءُ.
Tanda-tanda kalimah Fiil
1. Qod
2. Sin
3. Saufa
4. Ta Tanits Sakinah
Tanda-tanda kalimah Huruf
Lafadz yang tidak pantas kemasukan tanda-tanda kalimah Isim dan Fiil.


Semoga artikel ini membantu, jangan lupa berlangganan untuk mendapatkan materi terbaru dari kami, Sekian materi tentang Bab 1 : Pengertian Kalam dan Pembagian Kalam (Lengkap).
Jika masih ada pertanyaan silakan konsultasi lewat komentar.