7 (Tujuh) Isim yang Dibaca Rafa' - Nahwu
Home KALAM IRAB FIIL FAIL DONASI

7 (Tujuh) Isim yang Dibaca Rafa'

Kemarin kita telah membahas mengenai I'rab, yaitu perubahan akhir kalimah dikarenakan beda-bedanya amil yang masuk. Dan I'rab sendiri terbagi menjadi empat, yaitu Rafa', Nashob, Jer dan Jezem.
https://www.kangnahwu.com/2019/11/7-tujuh-isim-yang-dibaca-rafa.html
Tetapi pada kesempatan kali ini, kiat tidak akan membahas panjang lebar mengenai I'rab, karena sebenarnya saya sudah pernah membuatkan artikelnya. Jika sobat belum tahu apa apa sih yang dinamakan i'rab itu, silahkan baca artikel ini : Pembagian I'rab dan Tanda-Tandanya Lengkap

Ok, sesuai judul di atas, kita akan membahas mengenai 7 (tujuh) isim yang di baca Rafa'. Tetapi sebelumnya, saya cuma ingin memberi tahu bahwa I'rab Rafa' sendiri memiliki 4 alamat, yaitu Dhomah, Wawu, Alif dan Nun.

Untuk Dhomah sendiri merupakan alamat asli I'rab Rafa', sedangkan Wawu, Alif dan Nun adalah alamat niyabah (pengganti). Selengkapnya : Pembagian I'rab dan Tanda-Tandanya Lengkap

7 (tujuh) isim yang di baca Rafa'


1. Fa'il (فَاعِلْ)

Fa'il adalah pelaku pekerjaan. Setiap ada Fi'il (Pekerjaan) pasti ada Fa'il (Pelaku pekerjaan). Contoh : "Datang". Jika saya mengucapkan "datang" pasti kalian bertanya-tanya, siapa yang datang? Beda lagi jika saya mengucap "Zaid Datang". Kemungkinan besar anda tidak akan bertanya lagi karena apa yang saya ucapkan sudah jelas (Menyebutkan Fa'il dan Fi'il).

Jadi, salah satu Isim yang dibaca Rafa' adalah Isim Fa'il. Contoh : يَنْصُرُ زَيْدٌ عَمْرًا  (Zaid menolong Amr). Kedudukan يَنْصُرُ adalah sebagai Fi'il Madhi (Pekerjaan yang sedang atau akan dilakukan), sedangkan زَيْدٌ  berkedudukan sebagai Fa'il yang dibaca Rafa' (dibaca Dhomah), sedangkan عَمْرًا  berkedudukan sebagai Maf'ul Bih yang dibaca Nashob (Fathah).

Kang, kenapa kok dhomah dan fathah pada contoh  يَنْصُرُ زَيْدٌ عَمْرًا  dikasih tanwin?

ya itulah tanda kalau mereka itu isim. Kita tahu bahwa salah satu alamat isim adalah kemasukan tanwin atau al, berhubung lafadz tersebut tidak ada al-nya, maka kita harus memberinya tanwin. Contoh : زَيْدٌ . Begitu juga sebaliknya, jika sudah ada al-nya, maka kita tidak perlu menambahkan tanwin. Contoh : الزَّيْدُز. Dan ini berlaku untuk lafadz-lafadz isim lainnya.

2. Naibul Fa'il (نَانِبُ الْفَاعِلْ)

Naibul Fa'il adalah sebutan Maf'ul yang tidak disebutkan fa'ilnya. Jadi gini, Naibul Fa'il itu sebenarnya adalah Maf'ul (Objek). Tetapi berhubung Fa'ilnya tidak disebutkan, maka posisi Maf'ulnya harus berpindah ke posisi Fa'il dan harus mengikuti kaidah atau aturan yang sama seperti layaknya Fa'il, yaitu dibaca Rafa'. Untuk selengkapnya akan kami bahas di dalam artikel khusus ya bro.

Baca juga :

Contoh Naibul Fa'il : نُصِرَ عَمْرٌى asalnya نَصَرَ زَيْدٌ عَمْرًى. Lafadz نَصَرَ kedudukannya adalah Fi'il Madhi, sedangkan lafadz زَيْدٌ  kedudukannya adalah Fa'il (Pelaku = dibaca Rafa'), dan untuk عَمْرًى kedudukannya adalah Maf'ul (objek = dibaca Nashob). Kemudian berubah menjadi نُصِرَ عَمْرٌى. . lafadz .زَيْدٌ  dihapus kemudian lafadz عَمْرًى di geser ke tempatnya زَيْدٌ . Berhubung زَيْدٌ  adalah Fai'il (dibaca Rafa') maka lafadz عَمْرًى juga harus mengikuti aturan Fa'il yaitu dibaca Rafa', yaitu menjadi عَمْرٌى .

3 dan 4. Mubtada' dan Khobar (مُبْتَدَاءْ خَبَرْ)

Mubtada' adalah Isim yang dibaca Rafa' yang sunyi dari amil-amil lafdziyyah. Sedangkan Khobar adalah Isim yang disandarkan kepada Mubtada'. Apabila Mubtada' dibaca Rafa', maka Khobar juga akan dibaca Rafa'. Contoh : زَيْدٌ قَاءِمُ  (Zaid berdiri). Untuk Mubtada' dan Khobar InsyaAllah juga akan kami bahas dalam artikel khusus.

5. Isim Kana dan Saudara-saudaranya (اِسَمْ كَانَ وَاَخَوَاتِهاَ)

Yang kelima adalah Isim Kana dan Saudara-saudaranya. Isim kana adalah amil lafdziyyah yang mempengaruhi susunan mubtada' khobar. Amil ini akan merafa'kan mubtada' dan menashobkan khobar. Apabila susunan Mubtada' khobar terkena amil lafdziyyah berupa كَانَ  dan saura-saudaranya, maka susunannya akan berubah. Contoh : كَانَ زَيْدٌ قاءِمًا  (Zaid itu berdiri) Lafadz كَانَ kedudukannya sebagai amil lafdziyyah yang mempengaruhi susunan Mubtada' dan Khobar. Sedangkan زَيْدٌ  kedudukannya menjadi "isimnya kana", bukan "mubtada' lagi. Dan lafadz قاءِمًا  kedudukannya adalah "Khobarnya kana", bukan "Khobarnya Mubtada' lagi".

6. Khobar Inna dan saudara-saudaranya ( اسم اِنَّ وَاَخَوَاتِهاَ)

Sama halnya dengan Isim Kana, Isim Inna adalah amil lafdiyyah yang mempengaruhi susunan mubtada' dan khobar. Isim ini akan menashobkan mubtada' dan merafa'kan khobar. Contoh : اَنَّ زَيْدًا قَاءمٌ (Sesungguhnya Zaid berdiri). اَنَّ adalah amil lafdziyyah. زَيْدًا adalah isimnya Inna, dibaca nashob karena kemasukan amil Inna. قَاءمٌ adalah khobarnya Inna, bukan khobarnya mubtada' lagi.

7. Isim yang ikut (اسم تابع) kepada isim yang dibaca Rafa'

Isim tabi'  (اسم تابع) itu ada empat : Na'at (sifat), 'Athaf (kata sambung), Taukid (menguatkan) dan Badal (pengganti). Dan keempat ini akan kami jelaskan satu persatu didalam artikel khusus. Insyaallah.
Contoh :
Na'at : زَيْدٌ عَالِمٌ قَاءِمٌ  (Zaid yang alim itu berdiri)
'Athaf :جَاءَ زَيْدٌ وَبَكْرٌ (Zaid telah datang dan Bakar)
Taukid : جَاءََ زَيْدٌ نَفْسُهُ (Zaid telah datang dirinya sendiri)
Badal : جَاءَ زَيْدٌ اَخُوْكَ (Zaid telah datang, yakni saudaranya)

Itulah pembahasan mengenai isim-isim yang dibaca rafa'. Jika masih ada pertanyaan silahkan tinggalkan di kolom komentar ya bro. Sekian dari saya kurang lebihnya mohon maaf. Wallahu A'lam.