Pengertian Fi'il dan pembagian Fi'il (Madhi, Mudhori' dan Amar) (lengkap) - Nahwu
Home KALAM IRAB FIIL FAIL DONASI

Pengertian Fi'il dan pembagian Fi'il (Madhi, Mudhori' dan Amar) (lengkap)

Pengertian Fi'il_Fi'il adalah kalimah atau kata yang menunjukkan arti pekerjaan dan disertai dengan salah satu tiga zaman (waktu) yaitu Hal , Madhi dan Istiqbal. Zaman Hal adalah zaman yang menunjukkan arti pekerjaan yang sedang dikerjakan. Sedangkan zaman Istiqbal adalah zaman yang menunjukkan arti pekerjaan yang akan dikerjakan. Dan Zaman Madhi adalah zaman yang menunjukkan arti pekerjaan yang telah atau sudah dikerjakan. Baca juga :


Dari pengertian Fi'il diatas bisa kita simpulkan bahwa Fi'il adalah kalimah (kata) yang memiliki arti dengan sendirinya dengan disertai tiga zaman yang berbeda, yaitu Hal, Madhi dan Istiqbal. Dari ketiga zaman itulah yang nantinya akan memunculkan istilah macam-macam Fi'il yaitu : Fi'il Madhi, Fi'il Mudhori' dan Fi'il Amar.

Pembagian Fi'il

Seperti yang sudah kami singgung di atas, Fi'il terbagi menjadi 3 (tiga) :
  1. Fi'il Madhi
  2. Fi'il Mudhori'
  3. Fi'il Amar

Pengertian Fi'il Madhi

Fi'il Madhi adalah kalimah atau kata yang menunjukkan arti dengan sendirinya dengan disertai zaman Madhi (zaman yang sudah lampau). Contoh : ضَرَبَ (sudah memukul).

Dari contoh di atas, lafadz ضَرَبَ  adalah Fi'il Madhi atau pekerjaan yang sudah lampau. Jika ada Fi'il (pekerjaan) pasti ada Fa'il (pelaku), maksudnya adalah jika ada pekerjaan pasti ada pelaku yang mengerjakan. Contoh : ضَرَبَ  زَيْدٌ عَمْرًا . (Zaid sudah memukul Amr). Dari contoh tersebut lafadz ضَرَبَ  kedudukannya adalah Fi'il Madhi (pekerjaan yang sudah lampau), lafadz زَيْدٌ Kedudukannya sebagai Fa'il (pelaku), sedangkan عَمْرًا kedudukannya sebagai Maf'ul (Sasaran atau objek).
Jika Fa'il atau pelaku seorang perempuan, maka di akhir lafadz Fi'il harus ditambahi dengan Ta' Ta'nits Sakinah (تْ).
Tetapi perlu anda ingat, apabila pelaku adalah seorang perempuan (Muannats), maka wajib bagi kita menambahkan Ta' Ta'nits Sakinah (تْ). Lalu, apa sih Ta' Ta'nits Sakinah itu? Ta' Ta'nits Sakinah Adalah Ta' mati (sukun) yang salah satu kegunaannya adalah sebagai penanda bahwa pelaku pekerjaannya adalah seorang perempuan. Contoh : ضَرَبَتْ زَيْنَبُ (Zainab telah memukul).

Pengertian Fi'il Mudhori'

Fi'il Mudhori' adalah kalimah atau kata yang menunjukkan arti dengan sendirinya, dengan disertai salah satu dari dua zaman, yaitu Hal (sedang dikerjakan) atau Istiqbal (akan dikerjakan). Jadi, Fi'il ini berfungsi untuk dua jenis kala waktu, akan dikerjakan atau sedang dikerjakan. Kedua zaman tersebut juga tidak memiliki perbedaan dalam segi tulisannya. Contoh : يَنْصُرُ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid akan/sedang menolong Amr).

Dari contoh diatas, lafadz يَنْصُرُ  kedudukannya adalah sebagai Fi'il (Pekerjaan) yang boleh diartikan : Sedang menolong maupun akan menolong. Sedangkan lafadz زَيْدٌ  kedudukannya adalah sebagai Fa'il (Pelaku pekerjaan). Dan untuk lafadz عَمْرًا , kedudukannya adalah sebagai Maf'ul (Objek atau sasaran pekerjaan).

Penambahan  س  (Sin) dan سَوْفَ (Saufa) pada Fi'il Mudhori'

Jika di Fi'il Madhi ada penambahan Ta' Ta'nits ketika subjek (pelaku) berupa perempuan, Di Fi'il Mudhori' juga ada istilah Sin dan Saufa. 
Sin dan Saufa sendiri adalah salah satu dari huruf Istiqbal, yaitu huruf yang menunjukkan arti akan terjadi.

Sin dan Saufa juga memiliki arti yang sama, yaitu "akan terjadi". Lalu pertanyaannya, kapan kita menggunakan Sin? dan kapan kita menggunakan Saufa? Untuk mengetahui jawabannya, kita harus pahami dulu perbedaan antara Sin dan Saufa. 

Contoh Sin : سَتَعْلَمُوْنَ (Kalian akan mengetahui)
Contoh Saufa :  سَوْفَ يَعْلَمُوْنَ (Kelak mereka akan mengetahui)

Dari kedua contoh diatas, contoh Sin menunjukkan bahwa "akan" disini berarti dalam waktu dekat. Sedangkan pada contoh Saufa, menunjukkan arti"kelak" yaitu sebuah masa yang akan terjadi dalam jangka panjang.

Jadi kesimpulannya di Fi'il Mudhori' kita akan akan menemui dua huruf Istiqbal,
yaitu  س   dan س   .  سَوْفَ   yaitu menunjukkan arti "akan" tetapi dalam waktu dekat, sedangkan سَوْفَ  menunjukkan arti "akan" tetapi dalam jangka panjang.

Penambahan لَمْ (Lam) Pada Fi'il Mudhori'

Pada Fi'il Mudhori' kita juga diperbolehkan menggunakan لَمْ yang berarti "tidak". Contoh : لَمْ يَضْرِبْ زَيْدٌ بَكْرًا (Zaid tidak akan memukul Bakr atau Zaid tidak akan memukul Bakr kelak).

Dari contoh tersebut لَمْ merupakan Amil Jawazim yang merubah akhir harokat Fi'l Mudhori' menjadi Sukun. يَضْرِبْ Sendiri kedudukannya adalah Fi'il Mudhori' yang dibaca sukun karena kemasukan Amil Jawazim (Amil yang menjazemkan). Dan زَيْدٌ Sebagai Fa'il (pelaku), sedangkan بَكْرًا sebagai Maf'ul (Objek atau sasaran).

Pengertian Fi'il Amar

Fi'il Amar adalah kalimah yang menunjukkan arti perintah, dengan disertai zaman Istiqbal (Akan dikerjakan). Jadi tidak mungkin sebuah perintah menggunakan zaman Hal (Sedang dikerjakan) apalagi menggunakan zaman Madi (sudah lampau).

Apabila pelaku pekerjaan (Fa'il) perempuan, maka kita harus menambah (يْ)Ya' Muannats di akhir lafadz Fi'il Amar.

Contoh Fi'il Amar laki-laki : اِضْرِبْ (Jangan pukul!)
Contoh Fi'il Amar Perempuan  : اِضْرِبِيْ (Jangan pukul!)

Ketentuan Fi'il Madhi, Mudhori' dan Amar

Ketentuan Fi'il Madhi

Fi'il Madhi selamanya dibaca fathah, jadi tidak mungkin ada Fi'il Madhi yang dibaca kasroh apalagi dhomah. Contoh : ضَرَبَ (sudah memukul), نَصَرَ (sudah menolong), اَكَلَ (sudah makan).

Dibaca fathah tadi ada kalanya kelihatan (lafdzi), contohnya seperti di atas, dan ada juga yang tidak kelihatan yaitu dengan dikira-kirakan saja (ma'nawi). Contoh : رَمَى.

Ketentuan Fi'il Amar

Fi'il Amar selamanya dibaca Jazem. Adapun alamat jazem terbagi menjadi dua : 
Yang pertama adalah Sukun. Contoh : اِضْرِبْ 
Yang kedua adalah Hadzfu Harfi 'Ilat (Membuang huruf ilat). Contoh : اِرْمِ, اُدْعُ.

Ketentuan Fi'il Mudhori'

Sebelum membahas ketentuan Fi'il Mudhori', silahkan pahami istilah-istilah berikut :
  • Huruf 'ilat (علة) ada 4 yaitu : اَنَيْتُ (Alif, Nun, Ya' dan Ta')
  1. Alif : Saya
  2. Nun : Kita
  3. Ya' : Dia laki-laki/perempuan Ghoib (tidak ada)
  4. Ta' : Dia laki-laki/perempuan Hadir (ada)
Bisa dikatakan Fi'il Mudhori' apabila sebelum Fa' Fi'il berupa salah satu dari huruf 'ilat (اَنَيْتُ ). Perhatikan gambar dibawah ini :
https://www.kangnahwu.com/2019/09/pengertian-fiil-dan-pembagian-fiil-madhi-mudhari-amar.html

Pada lafadz نَصَرَ , Posisi huruf نَ bisa disebut sebagai Fa' Fi'il, sedangkan صَ disebut sebagai 'Ain Fi'il. dan huruf رَ sebagai Lam Fi'il.

Fi'il Mudhori' sendiri selamanya dibaca Rafa' (Asalkan tidak bertemu dengan salah satu dari Amil Jawazim maupun Nawashib)

Untuk Amil Nawashib dan Jawazim akan kami buatkan artikel khusus mengenai topi tersebut. 

Itulah pembahasan mengenai Pengertian Fi'il dan pembagian Fi'il (Madhi, Mudhori' dan Amar). Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat
Diterbitkan oleh : Kangnahwu.com